Kamis, 28 Agustus 2014

Esai Pertamaku



MINIMNYA MINAT MAHASISWA DALAM MENULIS KARYA ILMIAH


Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan. Maka sudah selayaknya, jika tulisan ilmiah sering mengangkat tema seputar hal-hal yang baru (aktual) dan belum pernah ditulis orang lain.Jikapun, tulisan tersebut sudah pernah ditulis dengan tema yang sama, tujuannya adalah sebagai upaya pengembangan dari tema terdahulu. Disebut juga dengan penelitian lanjutan.

Berdasarkan realita sekarang, mahasiswa sangat lemah dalam menulis karya ilmiah. Faktor-faktor utama dalam masalah tersebut yaitu diantaranaya mahasiswa sekarang cenderung pasif, maksudnya yaitu mereka cenderung menanti orang lain untuk memberikan bantuan, mereka tidak mau mencari guru pembimbing. Selain itu kebanyakan mahasiswa sekarang sangat malas membaca, mungkin di universitas kita sekarang mahasiswa yang mempunyai minat membaca hanya 1:100 orang saja. Kebanyakan dari mereka yang tidak memanfaatkan sarana informasi yang telah disediakan seperti perpustakaan. Padahal, diperpustakaan mahasiswa akan menemukan buku-buku referensi dalam menyusun suatu karya ilmiah. Selain itu mahasiswa sekarang terlalu menyukai segala sesuatu hal yang serba instan. Di era globalisasi sekarang banyak orang termasuk mahasiswa sangat dimanjakan oleh kecanggihan tehnologi yaitu internet, tidak sedikit mahasiswa yang menyalin tugas-tugas karya ilmiah mereka dari internet.


Akibatnya, banyak mahasiswa kesulitan dalam menyusun karya ilmaiah karena mereka pasif, tidak mau mencari pembimbing dalam merancang karya ilmiah mereka. Banyak bagian-bagian yang masih salah dan sering dijumpai seperti penggunaan suku bahasa yang belum sesuai dengan EYD, selain itu sumber-sumbernya monoton hanya dari internet saja. Bahkan akibat yang lebih buruk yaitu minimnya prestasi mahasiswa dalam kompetisi penulisan karya ilmiah.


Permasalahan tersebut sanagat berdamapak buruk bagi generasi muda selanjutnya. Solusi yang utama adalah menanamkan pada diri mahasiswa untuk senang membaca dan dekat pada guru pembimbing. Agar, pada saat mereka mengerjakan suatu karya ilmiah, mereka tidak malu atau takut bertanya mengenai bagian-bagian yang mungkin kurang faham, atau bagian-bagian mana yang harus diperbaiki. Selain itu, kegiatan pembelajaran sebaiknya tidak hanya diruangan kelas saja tapi diberi selingan untuk kegiatan outdoor(diluar kelas) dengan mengunjungi perpustakaan.